Tekad Pagar Nusa dukung pencak silat masuk Olimpiade

March 26, 2022

Jakarta (ANTARA) – Sebagai salah satu anggota dari Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Pagar Nusa terus mendukung upaya pemerintah agar olahraga bela diri asli Indonesia bisa dipertandingkan di Olimpiade.

Upaya tersebut ditunjukkan dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan. Salah satunya dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival IV Pagar Nusa yang bergulir di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, 25-27 Maret.

Lebih dari 400 atlet dari berbagai daerah turut serta dalam ajang yang resmi dibuka, Jumat (25/3). Di antaranya berasal dari Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Sulawesi Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Papua, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Seperti diketahui, pencak silat adalah satu dari 14 cabang olahraga yang masuk dalam prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Baca juga: Pencak silat menuju Olimpiade
Baca juga: Gus Nabil minta kader Pagar Nusa jaga NKRI

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang memberikan sambutan secara virtual dalam pembukaan Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa, Senin (25/3), menyampaikan apresiasi kepada Pagar Nusa atas dedikasi dan kontribusi terhadap pencak silat.

“Pagar Nusa adalah perguruan pencak silat yang sudah lama berkiprah dan banyak berkontribusi melahirkan atlet-atlet berprestasi baik secara nasional, regional, maupun internasional. Pemerintah sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua jajaran pengurus atas upaya dan ikhtiar yang telah dilakukan,” kata Amali.

Dia pun berharap, adanya Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa dapat dimanfaatkan dengan baik oleh atlet, pelatih, dan pembina untuk menunjukkan prestasi terbaik.

“Karena selain masuk cabang prioritas DBON, pencak silat juga dipersiapkan untuk dipertandingkan apabila nanti Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah multievent internasional Olimpiade,” kata Amali.

BACA JUGA  Pemerintah dukung ajang liga basket pelajar di 5 kota

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum PB IPSI, Muhammad Siddiq yang menyebut Pagar Nusa adalah bagian yang terpisahkan dari perkembangan pencak silat di Tanah Air.

“Kita harus bangga karena pencak silat sudah mendunia. IPSI menargetkan agar pencak silat dipertandingkan di Olimpiade. Tentu untuk mencapai tujuan tersebut harus dikerjakan secara bersama-sama. Saya percaya Pagar Nusa telah memiliki perwakilan di luar negeri dan itu menjadi bekal untuk terus mengembangkan pencak silat di dunia,” ujar Siddiq yang secara simbolis memukul gong sebanyak sembilan kali sebagai pertanda di bukanya Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa.

Baca juga: Menpora minta pencak silat konsisten sumbangkan prestasi

Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Jumat (25/3/2022). (ANTARA/Muhammad Ramdan)

Jaga warisan budaya

Sementara itu, Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan Kejurnas dan Festival edisi keempat ini merupakan bagian untuk mengevaluasi persiapan atlet di masing-masing daerah.

“Karena atlet yang bertanding di Kejurnas kali ini merupakan hasil seleksi dari Kejurcab atau Kejurwil. Jadi ini merupakan ajang untuk evaluasi pembinaan di daerah masing-masing,” kata Gus Nabil disela pembukaan Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa, Jumat (25/3).

Pagar Nusa, lanjut Gus Nabil, kerap menjadi perwakilan Indonesia untuk mengenalkan pencak silat di kancah internasional. Untuk itu, Kejurnas terselenggara juga untuk menjaring atlet terbaik sebagai upaya mempersiapkan menuju ajang besar lainnya, seperti SEA Games dan Asian Games.

Gus Nabil berharap dengan adanya Kejurnas dan Festival Pagar Nusa masyarakat makin banyak masyarakat menggeluti olahraga beladiri pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada 2019.

“Kami ingin masyarakat lebih mencintai olahraga bela diri asal Indonesia. Boleh menguasai bela diri lainnya yang berasal dari luar, tetapi dasarnya harus bisa pencak siat. Karena sebagai anak bangsa, kita harus mencintai warisan budaya kita sendiri,” ujar Gus Nabil menambahkan.

BACA JUGA  Omicron Dikabarkan Serang Sejumlah TKW Asal Bandung Barat

Baca juga: Laman tradisipencaksilat.id untuk lestarikan pencak silat diluncurkan

Ketua Panitia Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa Satro Adi Wiyono mengatakan tema dalam kegiatan kali ini adalah ‘Berdikari, Berprestasi’.

Dia berharap pencak silat terus berkembang. Bahkan, dia ingin mulai tahun depan Pagar Nusa tak hanya menggelar Kejuaraan Nasional, melainkan juga Kejuaraan Internasional.

“Kami ingin dari Pengurus Pagar Nusa, mulai tahun depan kejuaraan bisa diikuti tidak hanya dari atlet Indonesia, tapi Asia dan bahkan dunia. Dari Kejuaraan Nasional menjadi Kejuaraan Internasional Pagar Nusa,” kata Gus Sastro.

Lebih dari itu, Kejurnas kali ini juga dapat menghasilkan atlet terbaik, dengan penjurian yang adil dan profesional, sehingga akan menghasilkan atlet yang bermutu dan berkualitas.

Baca juga: Prabowo ingin bawa pencak silat masuk Olimpiade
 

Ratusan atlet pencak silat dari berbagai daerah mengikuti Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa yang bergulir di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, 25-27 Maret. (ANTARA/Muhammad Ramdan)

Makin modern

Pagar Nusa adalah organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri pada 3 Januari 1986 M di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Pagar Nusa telah berkembang pesat dengan memiliki cabang di berbagai wilayah di Tanah Air.

Bahkan dalam Kejurnas dan Festival IV, kata Gus Nabil, telah menggunakan sistem yang makin modern dengan penjurian secara digital.

“Pada Kejurnas kali ini urusan penjurian penilaian kepada atlet yang bertanding menggunakan digital scoring yang sepenuhnya di susun oleh teman-teman Pagar Nusa. Memang belum sempurna, namun setelah Kejurnas ini sistem penjurian sudah digital mulai dari registrasi yang terkoneksi dengan E-KTA. Semuanya akan tersambung,” kata Gus Nabil.

Sesuai namanya, lanjut Gus Nabil, Pagar Nusa adalah pagar NU dan bangsa. “Menjadi Pagar Nahdlatul Ulama bukan hal yang mudah dan pagar bangsa juga bukan perkara gampang. Namun, saya yakin dengan semangat yang berdikari, berprestasi, kita akan lebih mudah mencapai itu semua,” kata Gus Nabil.

BACA JUGA  Dukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, HSBC Ambil Bagian dalam Konektivitas Investasi Global ke Indonesia

Kejurnas dan Festival Pagar Nusa dari edisi pertama hingga saat ini terus mengalami peningkatan dari jumlah peserta. Untuk itu, Gus Nabil berharap peningkatan ini dapat terus berlanjut dan Pagar Nusa makin loyal dan solid untuk menjaga keutuhan bangsa, negara, agama, ulama dan dapat berkontribusi pada olahraga di Tanah Air, khususnya pencak silat.

Baca juga: KONI Pusat ingin pencak silat dipertandingkan di Olimpiade
Baca juga: Menpora targetkan pencak silat masuk ekshibisi Olimpiade 2024 Paris

Source Link >>> Click Here