Pertamina Naikkan Harga Pertamax demi Kurangi Beban APBN : Okezone Economy

March 26, 2022

JAKARTAKementerian ESDM memperkirakan harga batas atas atau nilai keekonomian BBM non subsidi bisa naik jadi Rp16.000 per liter. Hal itu dari yang sebelumnya Rp14.526 per liter, dengan alasan masih tingginya tren harga minyak dunia.

Menurut Pengamat Ekonomi dan Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi dengan harga minyak dunia terus meningkat saatnya Pertamina menaikan harga Pertamax pada kisaran Rp14 ribu -16 ribu per liter itu tak dapat mengurangi beban APBN.

“Pertamina sudah menaikkan Pertamax ke atas saya kira ini keputusan yang tepat sekali. Kalau harga minyak dunia di atas 100 dollar per barrel maka Pertamina harus sudah saatnya menaikan harga pertamax,” kata Pengamat Energi Fahmy Radhi saat dihubungi MNC Portal, Sabtu (26/3/2022).

Dia menjelaskan kenaikkan harga Pertamax tidak akan berpengaruh terhadap inflasi dan tidak menurunkan daya beli masyarakat.

“Alasannya, saat ini untuk proporsi konsumen sekitar 12% dan Pertamax tidak digunakan tranportasi sehingga tidak secara langsung menaikkan biaya distribusi yang memicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang memicu inflasi dan memperpuruk daya beli rakyat,” paparnya.

Sementara itu, ia membandingkan dengan proporsi pengguna Pertalite yang mencapai 76% dan jika dinaikan akan menyebabkan inflasi atau naiknya harga pokok.

“Untuk Pertamax sih tepat, diharga berapa karena Pertamax sejak awal ditetapkan oleh mekanisme pasar, ya kalau ada kenaikan itu wajar. Saya kira sudah saatnya pertamina menaikan kalau sebelumnya angka tertiggi 14 ribu 14,500-16000 per liter,” pungkasnya.

Source Link >>> Click Here

BACA JUGA  Ahsan/Hendra Hadapi Wakil Jepang dalam Ajang Indonesia Masters 2021, Tonton di MNCTV